Bahagia Itu Dibangun, Bukan Ditemukan
PEKALONGAN - Akhir-akhir ini, aku sering mikir soal hidup. Tentang masa depan, kuliah, kerja, semua hal yang rasanya makin deket tapi juga makin bikin pusing. Dan di tengah semua itu, aku kadang nanya ke diri aku sendiri: aku bakal bahagia nggak sih di kemudian hari? Atau, apa sih sebenarnya arti bahagia?
Selama ini, aku kira bahagia itu sesuatu yang bakal datang kalau semua rencana hidup berjalan lancar. Kalau aku masuk kampus impian, punya kerjaan keren, atau hidupku bisa “stabil” seperti orang-orang yang sering muncul di media sosial. Tapi makin ke sini, aku ngerasa itu semua kayak jebakan. Soalnya, setiap kali satu target tercapai, muncul target baru. Terus aku kejar lagi. Berulang ulang kayak ga ada habisnya.
Mungkin, bahagia itu bukan sesuatu yang tiba-tiba kita “temukan” di satu titik hidup. Tapi lebih ke sesuatu yang harus kita bangun pelan-pelan. Bukan selalu dari hal besar. Kadang dari hal kecil kayak bisa tidur cukup, dengerin lagu favorit, atau ngobrol sama temen yang sefrekuensi. Aku mulai sadar, bahagia itu bukan tentang hidup yang selalu mulus, tapi tentang cara kita ngejalanin hari-hari yang kadang biasa banget, kadang malah berantakan.
Memang sih, masih banyak hal yang belum jelas. Aku belum tahu nanti bakal kuliah di mana, jurusan apa, atau hidupku bakal kayak gimana. Tapi daripada terus mikir “nanti bakal bahagia ngga ya?”, mungkin lebih penting buat nanya, “hari ini aku udah ngelakuin hal kecil yang bikin aku tenang belum?” Soalnya, ternyata bahagia itu bukan hadiah dari masa depan. Tapi sesuatu yang bisa kita rawat dari sekarang, sedikit demi sedikit.
Written by ChatGPT

kalimatnya sangat menyentuh<3
BalasHapus